Senin, 02 Desember 2013

Kesehatan Ternak



LAPORAN PRAKTIKUM
                                  KESEHATAN TERNAK

Disusun Oleh :
Kelompok 3

Susandra              :J3W412003
Dian Nisa Fithri   :J3W412043
Liska ayulia                   :J3W412041
Taufiqurrahman   :J3W412015




Produksi dan Pengembangan Pertanian Terpadu
Program Diploma
Institut Pertanian Bogor
2013

PENDAHULUAN
 Latar Belakang
Untuk  memenuhi kebutuhan pangan dan gizi bagi masyarakat. Khususnya kebutuhan protein hewani yang bersumber dari daging, maka subsektor peternakan sebagai salah satu bagian dari pembangunan pertanian harus dikembangkan. Dengan demikian, peluang pasarnya selalu tersedia setiap saat dan selalu meningkat setiap tahun seiring dengan pertambahan jumlah penduduk dan meningkatnya kebutuhan gizi. Bahkan, akhir-akhir ini Indonesia mendapat pesanan pasar sebanyak tiga juta ekor domba tiap tehun untuk diekspor ke Negara Malaysia dan Timur Tengah (Anonim, 1993).

Domba merupakan jenis ternak yang tergolong ruminansia kecil, hewan pemamah biak, dan merupakan hewan mamalia yang menyusui anak-anaknya, domba dapat menghasilkan bulu (wool) yang sangat baik untuk keperluan bahan sandang (tekstil). Berdasarkan sifat-sifatnya, domba lebih suka hidup bersama atau berkelompok dan tidak bersifat liar. Domba memiliki beberapa bangsa, diantaranya: Domba Periangan atau Domba Garut, Domba Asli Indonesia (domba kampung), Domba Ekor Gemuk, Domba Dor Set, Domba Merino, Domba Berbados Blackbelly, Domba Southdown, dan  Domba Rambouilet. ( Murtidjo dam A. Bambang . 1993)
Domba merupakan salah satu ternak ruminansia, yang dimana ternak ruminansia adalah ternak yang memiliki lambung empat yang terdiri dari rumen, retikulum, omasum, dan abomasum dan juga mengalami proses memamahbiak atau proses pengembalian makanan dari lambung ke mulut untuk di mamah.
Berdasarkan hasil penelitian, ternak kecil yang dipelihara sekarang ini dipelihara berasal dari domba liar Eropah dan domba liar Asia. Nomenklatur atau penanaman ilmiah bagi ternak kecil (domba dan kambing) yaitu
Kerajaan        : Animalia (binatang)
Phylum          : Chordata (binatang bertulang belakang)
Kelas             : Mamalia (binatang menyusui)
Ordo             : Ungulata (binatang berkuku)
Subordo        : Artiodactyla (binatang berkuku genap)
Famili            : Bovidae (binatang memamahbiak bertanduk rongga)
Sub famili     : Caprinae
Genus            : Ovis (domba)

Dalam proses budidaya domba,diperlukan perlengkapan-perlengkapan yang mendukung proses budidaya tersebut. Perlengkapan tersebut diantaranya kandang. Perkandangan merupakan suatu lokasi atau lahan khusus yang diperuntukkan sebagai sentra kegiatan peternakan yang di dalamnya terdiri atas bangunan utama (kandang), bangunan penunjang (kantor, gudang pakan, kandang isolasi) dan perlengkapan lainnya (Sugeng, 1998). Tinggi atap kandang kurang lebih 2-2,5 m dari tanah, tinggi palung pakan sekitar 1,65 m dan lebarnya sekitar 0,80 m (Bandini, 2003). Konstruksi kandang harus kuat dan tahan lama, penataan dan perlengkapan kandang hendaknya dapat memberikan kenyamaman kerja bagi petugas dalam proses produksi seperti memberi pakan, kebersihan, pemeriksaan birahi dan penanganan kesehatan

Tujuan
Ø  Untuk mengetahui ukuran kandang yang cocok untuk beternak domba
Ø  Untuk mengetahui bentuk kandang yang cocok untuk beternak domba
Ø  Untuk mengetahui bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan kandang domba
Ø  Untuk mengetahui jenis-jenis perkandangan









METODOLOGI
Alat dan Bahan
Alat yang digunakan pada praktikum pengukuran kandang adalah meteran, dan kayu untuk membantu pengukuran pada bagian yang tidak terjangkau. Sedangkan bahan yang digunakan dalam praktikum kali ini adalah kandang domba yang diukur tersebut.
Waktu dan Lokasi
            Praktikum pengukuran kandang dilaksanakan pada tanggal 26 september 2013 bertempat di kandang domba kampus ipb gunung gede.

Cara kerja/ Pelaksanaan
            Pada praktikum pengukuran kandang ini, dilakukan dengan cara mengukur seluruh bagian perkandangan dimulai dari tinggi tempat pakan, tinggi dinding, tinggi panggung, tinggi atap bahwah dan atas, panjang tempat pakan, tinggi sekat, panjang sekat dalam, lebar selasar, lebar tempat pakan lebar pintu, panjang dan tinggi sekat.












HASIL DAN PEMBAHASAN
                            Pada praktikum pengukuran kandang domba,kandang tersebut terbuat dari papan kayu bertipe kandang panggung dan beratap genteng. Atap genteng tersebut dilakukan agar kandang tidak terlalu panas yang mengakibatkan domba stress akibat suhu lingkungan yang terlalu panas. Kandang domba hendaknya dibangun dengan memenuhi persyaratan kesehatan ternak seperti mempunyai ventilasi yang baik. efisiensi dalam pengelolaan, melindungi ternak dari pengaruh iklim dan keamanan pnecurian serta tidak berdampak negatif terhadap lingkungan sekitarnya akibat dari limbah peternakan tersebut.Konstruksi kandang harus kuat dan tahan lama, penataan dan perlengkapan kandang hendaknya dapat memberikan kenyamaman kerja bagi petugas dalam proses produksi seperti memberi pakan, kebersihan, pemeriksaan birahi dan penanganan kesehatan. Beberapa pertimbangan dalam pemilihan lokasi kandang diantaranya adalah
Ø  Tersedianya sumber air untuk minum, memandikan ternak dan membersihkan kotoran ternak
Ø  Dekat dengan sumber pakan
Ø  Transportasi mudah terutama untuk pengadaan pakan dan areal pemasaran
Ø  Hendaknya areal yang dapat diperluas.
Lantai kandang pada praktikum kali ini juga terbuat dari papan kayu. Lantai kandang harus dalam keadaan bersih dari kotoran-kotoran ternak maupun sisa pakan yang tidak termakan. Kotoran ternak yang menumpuk mengandung amoniak yang akan menjadi racun bagi ternak itu sendiri maupun peternak apabila telah menumpuk dan tidak dibersihkan.
Tempat pakan juga terbuat dari kayu yang ukurannya disesuaikan dengan ukuran kandang.Terdapat juga selokan yang disesuaikan dengan ukuran kandang yang bisa juga digunakan sebagai saluran pembuangan air kencing. Air kencing dan kotoran ternak domba hendaknya dibersihkan setiap hari menggunakan skop, sapu lidi dan lainnya.
Terdapat kelebihan apabila peternak menggunakan kandang panggung,diantaranya adalah:
ü Kotoran dan air kencing ternak jatuh ke kolong kandang sehingga kebersihan kandang terjamin.
ü  Lantai kadang tidak becek sehingga kelembaban yang tinggi di dalam kandang dapat terhindari.
ü  Lantai kandang lebih kering sehingga kuman-kuman penyakit, cendawan, dan parasit dapat di tekan pertumbuhannya.
ü  Konstruksi dinding kandang tidak terlalu rapat sehingga udara dalam kandang selalu segar, sushu di dalam kandang tidak terlalu panas, dan waktu malam hari domba tidak kedinginan.
Pada praktikum pengukuran kandang domba yang dilaksanakan juga terdapat kandang domba  individu dan kandang domba family(kelompok).
Tipe kandang untuk pemeliharaan satu ternak satu kandang atau ada sekat pemisah antara sapi. Luas kandang individu disesuaikan dengan ukuran tubuh domba yaitu sekitar lebar 75cm dan tinggi 115 cm. Kelebihan kandang individu dibanding kandang kelompok yaitu: domba lebih tenang dan tidak mudah stress, pemberian pakan dapat terkontrol sesuai dengan kebutuhan ternak, menghindari persaingan pakan dan keributan dalam kandang.
          Sementara itu, kandang family/kelompok digunakan untuk hewan ternak yang masih kecil dan induknya. Kandang ini  bertujuan untuk menghindari persaingan dengan sapi muda/dewasa.Selain itu,aga anak domba juga dapat menyusu pada induknya. Ternak yang dipelihara dalam satu kandang harus mempunyai kondisi badan dan umur  yang sama atau hampir sama, untuk menghindari persaingan sesamanya. Pemeliharaan berikutnya setelah dari kandang pembesaran dilakukan pemisahan antara jantan dan betina di kandang individu atau kandang kelompok agar anak tidak dapat menyusu pada induknya, yang kemudian diganti dengan pakan pengganti.




KESIMPULAN
Ø  Domba merupakan jenis ternak yang tergolong ruminansia kecil, hewan pemamah biak, dan merupakan hewan mamalia yang menyusui anak-anaknya.
Ø  Domba adalah ternak yang memiliki lambung empat yang terdiri dari rumen, retikulum, omasum, dan abomasum.
Ø  Tipe kandang pada praktikum yang dilakukan adalah kandang panggung yang terbuat dari papan kayu dan beratap genteng.
Ø  Terdapat kandang individu dan kandang kelompok
















DAFTAR PUSTAKA
Sudarmono,Sugeng Bambang.2008.Beternak Domba. Jakarta(ID): Penebar swadaya
Agromedia redaksi.2011.10 Peluang Bisnis Peternakan.Jakarta Selatan(ID): PT agromedia Redaksi
MT Farm, Hariyanto bagus.2012.Bisnis Penggemukan Domba.Jakarta Selatan(ID):PT Agromedia Pustaka
Anonim, 1993
Murtidjo dam A. Bambang . 1993
Sugeng, 1998
Bandini, 2003