LAPORAN PRAKTIKUM
KESEHATAN
TERNAK
Disusun
Oleh :
Kelompok
3
Susandra :J3W412003
Dian
Nisa Fithri :J3W412043
Liska
ayulia :J3W412041
Taufiqurrahman :J3W412015
Produksi dan Pengembangan Pertanian
Terpadu
Program Diploma
Institut Pertanian Bogor
2013
PENDAHULUAN
Latar
Belakang
Untuk memenuhi kebutuhan pangan dan gizi bagi
masyarakat. Khususnya kebutuhan protein hewani yang bersumber dari daging, maka
subsektor peternakan sebagai salah satu bagian dari pembangunan pertanian harus
dikembangkan. Dengan demikian, peluang pasarnya selalu tersedia setiap saat dan
selalu meningkat setiap tahun seiring dengan pertambahan jumlah penduduk dan
meningkatnya kebutuhan gizi. Bahkan, akhir-akhir ini Indonesia mendapat pesanan
pasar sebanyak tiga juta ekor domba tiap tehun untuk diekspor ke Negara
Malaysia dan Timur Tengah (Anonim, 1993).
Domba
merupakan jenis ternak yang tergolong ruminansia kecil, hewan pemamah biak, dan
merupakan hewan mamalia yang menyusui anak-anaknya, domba dapat menghasilkan
bulu (wool) yang sangat baik untuk keperluan bahan sandang (tekstil).
Berdasarkan sifat-sifatnya, domba lebih suka hidup bersama atau berkelompok dan
tidak bersifat liar. Domba memiliki beberapa bangsa, diantaranya: Domba
Periangan atau Domba Garut, Domba Asli Indonesia (domba kampung), Domba Ekor
Gemuk, Domba Dor Set, Domba Merino, Domba Berbados Blackbelly, Domba Southdown,
dan Domba Rambouilet. ( Murtidjo
dam A. Bambang . 1993)
Domba merupakan salah satu ternak
ruminansia, yang dimana ternak ruminansia adalah ternak yang memiliki lambung
empat yang terdiri dari rumen, retikulum, omasum, dan abomasum dan juga
mengalami proses memamahbiak atau proses pengembalian makanan dari lambung ke
mulut untuk di mamah.
Berdasarkan hasil penelitian, ternak
kecil yang dipelihara sekarang ini dipelihara berasal dari domba liar Eropah
dan domba liar Asia. Nomenklatur atau penanaman ilmiah bagi ternak kecil (domba
dan kambing) yaitu
Kerajaan
: Animalia (binatang)
Phylum
: Chordata (binatang bertulang belakang)
Kelas
: Mamalia (binatang menyusui)
Ordo
: Ungulata (binatang berkuku)
Subordo
: Artiodactyla (binatang berkuku genap)
Famili
: Bovidae (binatang memamahbiak bertanduk rongga)
Sub
famili : Caprinae
Genus
: Ovis (domba)
Dalam proses budidaya domba,diperlukan
perlengkapan-perlengkapan yang mendukung proses budidaya tersebut. Perlengkapan
tersebut diantaranya kandang. Perkandangan merupakan suatu
lokasi atau lahan khusus yang diperuntukkan sebagai sentra kegiatan peternakan
yang di dalamnya terdiri atas bangunan utama (kandang), bangunan penunjang
(kantor, gudang pakan, kandang isolasi) dan perlengkapan lainnya (Sugeng,
1998). Tinggi atap kandang kurang lebih 2-2,5 m dari tanah, tinggi palung pakan
sekitar 1,65 m dan lebarnya sekitar 0,80 m (Bandini, 2003). Konstruksi kandang harus kuat dan
tahan lama, penataan dan perlengkapan kandang hendaknya dapat memberikan
kenyamaman kerja bagi petugas dalam proses produksi seperti memberi pakan,
kebersihan, pemeriksaan birahi dan penanganan kesehatan
Tujuan
Ø Untuk
mengetahui ukuran kandang yang cocok untuk beternak domba
Ø Untuk
mengetahui bentuk kandang yang cocok untuk beternak domba
Ø Untuk
mengetahui bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan kandang domba
Ø Untuk
mengetahui jenis-jenis perkandangan
METODOLOGI
Alat dan Bahan
Alat
yang digunakan pada praktikum pengukuran kandang adalah meteran, dan kayu untuk
membantu pengukuran pada bagian yang tidak terjangkau. Sedangkan bahan yang
digunakan dalam praktikum kali ini adalah kandang domba yang diukur tersebut.
Waktu dan Lokasi
Praktikum pengukuran kandang
dilaksanakan pada tanggal 26 september 2013 bertempat di kandang domba kampus
ipb gunung gede.
Cara kerja/ Pelaksanaan
Pada
praktikum pengukuran kandang ini, dilakukan dengan cara mengukur seluruh bagian
perkandangan dimulai dari tinggi tempat pakan, tinggi dinding, tinggi panggung,
tinggi atap bahwah dan atas, panjang tempat pakan, tinggi sekat, panjang sekat
dalam, lebar selasar, lebar tempat pakan lebar pintu, panjang dan tinggi sekat.
HASIL
DAN PEMBAHASAN
Pada praktikum
pengukuran kandang domba,kandang tersebut terbuat dari papan kayu bertipe
kandang panggung dan beratap genteng. Atap genteng tersebut dilakukan agar
kandang tidak terlalu panas yang mengakibatkan domba stress akibat suhu
lingkungan yang terlalu panas. Kandang domba hendaknya dibangun dengan memenuhi
persyaratan kesehatan ternak seperti mempunyai ventilasi yang baik. efisiensi dalam pengelolaan,
melindungi ternak dari pengaruh iklim dan keamanan pnecurian serta tidak
berdampak negatif terhadap lingkungan sekitarnya akibat dari limbah peternakan
tersebut.Konstruksi kandang harus kuat dan tahan lama, penataan dan
perlengkapan kandang hendaknya dapat memberikan kenyamaman kerja bagi petugas
dalam proses produksi seperti memberi pakan, kebersihan, pemeriksaan birahi dan
penanganan kesehatan. Beberapa pertimbangan dalam pemilihan lokasi kandang
diantaranya adalah
Ø Tersedianya sumber air untuk minum,
memandikan ternak dan membersihkan kotoran ternak
Ø Dekat dengan sumber pakan
Ø Transportasi mudah terutama untuk
pengadaan pakan dan areal pemasaran
Ø Hendaknya areal yang dapat diperluas.
Lantai kandang pada praktikum kali
ini juga terbuat dari papan kayu. Lantai kandang harus dalam keadaan bersih
dari kotoran-kotoran ternak maupun sisa pakan yang tidak termakan. Kotoran
ternak yang menumpuk mengandung amoniak yang akan menjadi racun bagi ternak itu
sendiri maupun peternak apabila telah menumpuk dan tidak dibersihkan.
Tempat pakan juga terbuat dari kayu
yang ukurannya disesuaikan dengan ukuran kandang.Terdapat juga selokan yang
disesuaikan dengan ukuran kandang yang bisa juga digunakan sebagai saluran
pembuangan air kencing. Air kencing dan kotoran ternak domba hendaknya
dibersihkan setiap hari menggunakan skop, sapu lidi dan lainnya.
Terdapat kelebihan apabila peternak
menggunakan kandang panggung,diantaranya adalah:
ü Kotoran dan air kencing ternak jatuh
ke kolong kandang sehingga kebersihan kandang terjamin.
ü Lantai kadang tidak becek sehingga
kelembaban yang tinggi di dalam kandang dapat terhindari.
ü Lantai kandang lebih kering sehingga
kuman-kuman penyakit, cendawan, dan parasit dapat di tekan pertumbuhannya.
ü Konstruksi dinding kandang tidak
terlalu rapat sehingga udara dalam kandang selalu segar, sushu di dalam kandang
tidak terlalu panas, dan waktu malam hari domba tidak kedinginan.
Pada praktikum
pengukuran kandang domba yang dilaksanakan juga terdapat kandang domba individu dan kandang domba family(kelompok).
Tipe kandang untuk pemeliharaan satu
ternak satu kandang atau ada sekat pemisah antara sapi. Luas kandang individu
disesuaikan dengan ukuran tubuh domba yaitu sekitar lebar 75cm dan tinggi 115
cm. Kelebihan kandang individu dibanding kandang kelompok yaitu: domba lebih
tenang dan tidak mudah stress, pemberian pakan dapat terkontrol sesuai dengan
kebutuhan ternak, menghindari persaingan pakan dan keributan dalam kandang.
Sementara itu, kandang family/kelompok
digunakan untuk hewan ternak yang masih kecil dan induknya. Kandang ini bertujuan untuk menghindari persaingan dengan
sapi muda/dewasa.Selain itu,aga anak domba juga dapat menyusu pada induknya.
Ternak yang dipelihara dalam satu kandang harus mempunyai kondisi badan dan
umur yang sama atau hampir sama, untuk
menghindari persaingan sesamanya. Pemeliharaan berikutnya setelah dari kandang
pembesaran dilakukan pemisahan antara jantan dan betina di kandang individu
atau kandang kelompok agar anak tidak dapat menyusu pada induknya, yang
kemudian diganti dengan pakan pengganti.
KESIMPULAN
Ø
Domba
merupakan jenis ternak yang tergolong ruminansia kecil, hewan pemamah biak, dan
merupakan hewan mamalia yang menyusui anak-anaknya.
Ø
Domba
adalah ternak yang memiliki lambung empat yang terdiri dari rumen, retikulum,
omasum, dan abomasum.
Ø
Tipe kandang pada praktikum yang
dilakukan adalah kandang panggung yang terbuat dari papan kayu dan beratap
genteng.
Ø
Terdapat kandang individu dan kandang
kelompok
DAFTAR
PUSTAKA
Sudarmono,Sugeng Bambang.2008.Beternak Domba. Jakarta(ID): Penebar
swadaya
Agromedia redaksi.2011.10 Peluang Bisnis Peternakan.Jakarta
Selatan(ID): PT agromedia Redaksi
MT Farm, Hariyanto bagus.2012.Bisnis Penggemukan Domba.Jakarta
Selatan(ID):PT Agromedia Pustaka
Anonim,
1993
Murtidjo dam A. Bambang . 1993
Sugeng, 1998
Bandini, 2003
Tidak ada komentar:
Posting Komentar